link rel="StyleSheet" href="http://www.geocities.com/uddin_81/dtree.css" type="text/css" /> ss

Kamis, 21 Agustus 2008

Menonaktifkan Tombol Insert Ketika Bekerja dengan Microsoft Word

Suatu saat, ketika bekerja dengan MS Word, kita telah mengetikan serangkaian kata dan kalimat untuk membuat dokumen pekerjaan kita. Tanpa sengaja, tombol Insert pada keyboard tertekan jari kita, sedangkan posisi kursor ada pada karakter yang telah kita ketikkan sebelumnya. Ketika kita mengetik kembali untuk menyisipkan kata pada dokumen tersebut, apa yang kita ketikkan menimpa karakter-karakter yang telah kita ketikkan sebelumnya yang memang tidak dimaksudkan untuk diganti. Akhirnya kita harus mengetik ulang karakter-karakter yang tergantikan tersebut.
Untuk menghindari kejadian sebagaimana diilustrasikan di atas, kita dapat menonaktifkan tombol Insert ketika bekerja dengan MS Word. Caranya:Pilih menu Tools ? Customize... Pada dialog box yang muncul, klik tombol Keyboard… yang ada pada bagian bawah disebelah tombol Close, sehingga muncul dialog box seperti ini.
Pada box Categories, pilih All Commands. Beralih box Commands disebelahnya cari dan pilih Overtype. Pada box Current Keys, pilih Insert, dilanjutkan dengan mengklik tombol Remove. Klik Close untuk menutup dan menyimpan konfigurasi ini.
Sekarang saat mengetik dokumen, dengan ditekannya tombol Insert tidak akan berpengaruh dengan tertimpanya karakter-karakter yang sebelumnya diketik (overtype mode). Bagaimana jika suatu saat memang memerlukan mode overtype? Kita dapat menggunakan proses yang sama seperti di atas dengan menambahkan tombol Insert untuk keperluan tersebut atau jika keperluannya jarang sekali, aktifkan dengan mengklik ganda text OVR pada bar bagian bawah. Klik ganda kembali untuk menonaktifkan kembali mode overtype.
----------------------
IKLAN – Mengikuti jejak kesuksesan I heart NY, Eko Punto Pambudi berinisiatif membuat ikon baru untuk Jakarta seperti nampak pada gambar di samping. Menurutnya ikon ini dibuat simpel dan mudah dipahami. Penggunaan "GW", bukan "Gue" atau "Saya" mencerminkan dinamika kota yang dinamis dan compact. Heart dibuat terbalik agar—bersama hurup "T"—membentuk ikon Jakarta, yaitu tugu Monas.
Kini, ikon tersebut ada pada sebuah kaos yang dapat anda dapatkan di sini.

Tidak ada komentar: